Setelah melewati bermacam rintangan serta halangan dan mengutak atik hidup saya akhirnya tahu bahwa:
Kita memang berwarna-warni namun bukan pelangi, kita memang berbeda-beda namun tetap satu tujuan.
semengerti-mengertinya diri ini tentang arti hidup, tetap saja dunia terus mengguncang batin ini. seperti pohon beringin dengan akar yang kuat, dengan batang yang tegak, dengan dahan yang kokoh, dengan daun yang bersemi.
YA, seperti pohon beringin yang meskipun tampak sempurna yang akan selalu diterpa angin kehidupan.
Besar kecilnya bukan masalah yang sebenarnya. Yang terpenting adalah Angin itu akan selalu ada dan sadari hal itu.
Saya adalah saya, anda adalah anda, mereka adalah mereka, dan biarkan hidup terus berjalan sesuai dengan kodratnya untuk diri kita. Jangan lupa hiasi kanvas hidup ini dengan kuasmu sendiri, meski angin akan terus datang untuk mengubah ceceran tinta di kanvas demi menambah eloknya lukisan hidup ini.
NB: Kehidupan kita berarti ketika kita membuat kehidupan orang lain berharga dan lebih indah
Tulisan ini kudedikasikan untuk teman-temanku yang baik hati
sadarkah kalian
sebelum kalian datang disekelilingku, aku sudah mengetahui banyak hal tentangnya
Sadarkah kalian
Semua ini berawal saat kalian berujar bahwa kalian menginginkannya
sadarkah kalian
sejujurnya saat itu diriku merasa biasa saja terhadap apa yang kalian inginkan itu
Sadarkah kalian
Bukannya diriku tak jujur pada kalian, tapi memang diriku telah berjanji pada yang lain untuk menyimpan apa yang telah terjadi
Sadarkah kalian
saat itu diriku sungguh belum menginginkannya, bahkan terheran akan apa yang membuat kalian menginginkannya
sadarkah kalian
entah kalian sengaja atau tidak, bahwa kalian yang memancingku untuk memikirkannya,
sadarkah kalian
sejak hari itu diri ini juga mulai memikirkannya
sadarkah kalian
bahwa akhirnya diriku paham dan akhirnya sadar bahwa sangat wajar kalian menginginkannya.
Sadarkah kalian
Bahwa kalian, bahwa walaupun kalian memikirkannya, namun kalian tidak bersungguh-sungguh menginginkannya
Sadarkah kalian
Meskipun kalian begitu menginginkannya, tapi kalian tak pernah bergerak maju untuk mendapatkannya
Sadarkah kalian
Bahwa meskipun kalian mencoba maju, tapi kalian sebenarnya belum betul-betul mengenal apa yang
kalian inginkan
sadarkah kalian
bahwa sebenarnya ketulusan hati sangat diperlukan untuk hal semacam ini.
Sadarkah kalian
Bahwa inilah diriku, yang awalnya hanya terpancing oleh kalian untuk sekedar pembuktian diri, namun ternyata menyadari bahwa apa yang kalian inginkan adalah kebutuhanku di masa depan
Sadarkah kalian
Bahwa ini aku, beberapa hari yang lalu berhasil mendapatkannya
Sadarkah kalian
Bahwa begitu begitu senang dan bangganya diriku saat mendapatkannya.
Sadarkah kalian
Bahwa masih ada diluar sana yang lebih cocok untuk masing-masing kalian , namun kalian tak sanggup melihat melihatnya
Sadarkah kalian
Bahwa sebenarnya kalian bisa saja untuk merebutnya dariku, karena ini bukan hasil akhir
Tapi tegakah kalian melakukan hal itu padaku, setelah semua yang kita lewati
Sadarkah kalian
Belum tentu diriku bisa mempertahankannya, dan belum tentu ini yang terbaik bagiku, karena hidup masih panjang
Sadarkah kalian
Bahwa ada yang ingin kukatakan kepada kalian setidaknya untuk saat ini
“Maafkan saya yang telah mengambil apa yang kalian inginkan.”
memangnya kamu lebih kenal siapa saya? saya lebih mengenal siapa diri saya.
dan bahkan sampai saat ini saya masih belum berani menyatakan bahwa saya mengenal sepenuhnya siapa diri saya.
jadi jangan pernah mencoba mengerti perasaan saya. karena kamu tidak akan pernah tahu seperti apa dan bagaimana isi hati ini, sampai kapanpun walaupun kamu (jika saja) nantinya akan selalu bersamaku menghabiskan sisa hidupku. karena tak akan pernah mengenal lentingan jiwa yang terpatri di tubuh ini, sampai kapanpun walaupun kamu selalu berusaha mengenal dan mengerti orang lain.