apa kabar dunia?

apa kabar dunia?
masihkah debu itu beterbangan?
masihkah mentari bersinar memukau?
masihkah busur pelangi itu terlihat indah?
seperti 3 tahun lalu?
ah sudahlah.
ku sudah cukup nyaman di tempat ini
mengapa kutanyakan lagi keadaan dunia

Beautiful Heart

if you wanna try to be the biggest dreamer
you must have a big world
that can imagine whatever you want
that can cover the simply things
that never allow you walk alone

Coba Buktikan

Coba yakinkan dirimu kalau kau jujur

coba buktikan kalau kau berani

Bahkan untuk berkata iya pun kau tak mampu

apa kegiatan yg paling menyenangkan bagimu?

apa kegiatan yg paling menyenangkan bagimu?



bicara dan menulis



bicara dan terus menulis



bicara dan terus-terusan menulis

Suasana Hatiku

Aku lebih suka diam


sampai kamu memaksaku bicara











saya bilang saya tidak bisa memilih

Saya bilang saya tidak bisa memilih



Tahu apa kamu soal hatiku



Sekarang Belum bisa menilai mana yang lebih baik diantara keduanya



Begitu banyak hal yang tidak bisa ditinggalkan (termasuk salah satunya)




Ini masih terlalu dini untuk menentukan



Setidaknya itu prinsipku








Sudah jangan tanya lagi

Siapa Bilang saya ini orang Baik

Siapa bilang saya peduli?
Tahun lalu saya cuek terhadap seseorang untuk menghindari fitnah
Siapa bilang saya orang baik
Saya Cuma menguculkan sahabat saya agar dia belajar tak bergantung pada saya
Sapa bilang saya baik pada perempuan
3 bulan lalu saya membuat menangis seorang gadis, hanya untuk memberikan kebenaran
Sapa bilang saya baik pada laki-laki
Saya selalu memarahi setiap sahabatku saat mereka melakukan salah
Sapa bilang saya jujur
saya memang tak berbohong, tapi pernah tidak mengatakan yang sebenarnya untuk menghindari orang lain agar tak berselisih

sapa bilang saya dermawan
saya tidak pernah memberikan uang saku lebih ke adik saya agar dia tidak menjadi manja
sapa bilang saya pemberani
padahal saya betul-betul takut akan berbuat dosa
sapa bilang saya konsisten?
Padahal saya sering mengubah haluan rencana untuk rencana yang lebih baik
Siapa bilang saya tulus
Saya mengingatkan ini semua agar kalian juga mengingatkan saya nantinya

Seperti Pohon beringin

Setelah melewati bermacam rintangan serta halangan dan mengutak atik hidup saya akhirnya tahu bahwa:



Kita memang berwarna-warni namun bukan pelangi, kita memang berbeda-beda namun tetap satu tujuan.


semengerti-mengertinya diri ini tentang arti hidup, tetap saja dunia terus mengguncang batin ini. seperti pohon beringin dengan akar yang kuat, dengan batang yang tegak, dengan dahan yang kokoh, dengan daun yang bersemi.


YA, seperti pohon beringin yang meskipun tampak sempurna yang akan selalu diterpa angin kehidupan.
Besar kecilnya bukan masalah yang sebenarnya. Yang terpenting adalah Angin itu akan selalu ada dan sadari hal itu.


Saya adalah saya, anda adalah anda, mereka adalah mereka, dan biarkan hidup terus berjalan sesuai dengan kodratnya untuk diri kita. Jangan lupa hiasi kanvas hidup ini dengan kuasmu sendiri, meski angin akan terus datang untuk mengubah ceceran tinta di kanvas demi menambah eloknya lukisan hidup ini.



NB: Kehidupan kita berarti ketika kita membuat kehidupan orang lain berharga dan lebih indah

Pelangi Tak Berbusur


Coba engkau lihat ke atas langit, adakah matahari kan terus bersinar
Coba engkau lihat meretas bentangan langit di ujung sana
Coba engkau lihat ke atas langit, adakah awan mendung mencoba menutupi cakrawala
Coba engkau bayangkan jika awan itu pecah menjadi tetesan air

Perhatikan sejenak, tatap nun jauh keangkasa
Perhatikan sejenak, rasakan deru angin mendera sekujur tubuhmu
Perhatikan sejenak, biarkan hatimu menyatu dengan alam agar kau bisa merasakannya
Perhatikan sejenak, ya itu dia yang ingin kutunjukkan padamu selama ini

Coba Engkau perhatikan Sejenak : betapa indahnya Pelangi tak berbusur itu

Maafkan saya yang telah mengambil apa yang kalian inginkan


Tulisan ini kudedikasikan untuk teman-temanku yang baik hati


sadarkah kalian
sebelum kalian datang disekelilingku, aku sudah mengetahui banyak hal tentangnya

Sadarkah kalian
Semua ini berawal saat kalian berujar bahwa kalian menginginkannya

sadarkah kalian
sejujurnya saat itu diriku merasa biasa saja terhadap apa yang kalian inginkan itu

Sadarkah kalian
Bukannya diriku tak jujur pada kalian, tapi memang diriku telah berjanji pada yang lain untuk menyimpan apa yang telah terjadi

Sadarkah kalian
saat itu diriku sungguh  belum menginginkannya, bahkan terheran akan apa yang membuat kalian menginginkannya

sadarkah kalian
entah kalian sengaja atau tidak, bahwa kalian yang memancingku untuk memikirkannya,

sadarkah kalian
sejak hari itu diri ini juga mulai memikirkannya

sadarkah kalian
bahwa akhirnya diriku paham dan akhirnya sadar bahwa sangat wajar kalian menginginkannya.

Sadarkah kalian
Bahwa kalian, bahwa walaupun kalian memikirkannya, namun kalian tidak bersungguh-sungguh menginginkannya

Sadarkah kalian
Meskipun kalian  begitu menginginkannya, tapi kalian tak pernah bergerak maju untuk mendapatkannya

Sadarkah kalian
Bahwa meskipun kalian mencoba maju, tapi kalian sebenarnya belum betul-betul mengenal apa yang
kalian inginkan

sadarkah kalian
bahwa sebenarnya ketulusan hati sangat diperlukan untuk hal semacam ini.

Sadarkah kalian
Bahwa inilah diriku, yang awalnya hanya terpancing oleh kalian untuk sekedar pembuktian diri, namun ternyata menyadari bahwa apa yang kalian inginkan adalah kebutuhanku di masa depan

Sadarkah kalian
Bahwa ini aku, beberapa hari yang lalu berhasil mendapatkannya

Sadarkah kalian
Bahwa begitu begitu senang dan bangganya diriku saat mendapatkannya.

Sadarkah kalian
Bahwa masih ada diluar sana yang lebih cocok untuk masing-masing kalian , namun kalian tak sanggup melihat melihatnya

Sadarkah kalian
Bahwa sebenarnya kalian bisa saja untuk merebutnya dariku, karena ini bukan hasil akhir
Tapi tegakah kalian melakukan hal itu padaku, setelah semua yang kita lewati

Sadarkah kalian
Belum tentu diriku bisa mempertahankannya, dan belum tentu ini yang terbaik bagiku, karena hidup masih panjang 

Sadarkah kalian
Bahwa ada yang ingin kukatakan kepada kalian setidaknya untuk saat ini

“Maafkan saya yang telah mengambil apa yang kalian inginkan.”



Sabtu 1 mei 2010
23.50 Wita
Tamalanrea permai ditemani boneka panda kecil


NB: lanjutkan perjuangan kawan !

Home

Home is not where you live but about where they understand you

Arti Kehidupan

Kehidupan kita berarti ketika kita membuat kehidupan orang lain menjadi berharga dan lebih indah

kan selalu ada hari esok

Bila aku yang menghilang
Ku pasti akan muncul lagi
Tak seperti engkau yang tak kembali

Bila aku ingin pergi
Ku pasti akan datang lagi
selalu hingga kau tahu hatiku

Karena ku tahu di dalam hatimu
Tersimpan ragu dan sejuta tanya
Jujurlah jujurlah semua padaku

Dan, bila esok hari pun tiba
Namun aku tak kunjung datang
Yakin engkau akan menunggu
Ku Datang kembali

bila esok hari pun tiba
Namun Aku tak tampak lagi
Maka percayalah
Kan selalu ada hari esok


Asai-

Tahu apa kamu soal hatiku

tahu apa kamu soal hatiku?

memangnya kamu lebih kenal siapa saya?
saya lebih mengenal siapa diri saya.

dan bahkan sampai saat ini saya masih belum berani menyatakan bahwa saya mengenal sepenuhnya siapa diri saya.


jadi jangan pernah mencoba mengerti perasaan saya.
karena kamu tidak akan pernah tahu seperti apa dan bagaimana isi hati ini, sampai kapanpun
walaupun kamu (jika saja) nantinya akan selalu bersamaku menghabiskan sisa hidupku.
karena tak akan pernah mengenal lentingan jiwa yang terpatri di tubuh ini, sampai kapanpun
walaupun kamu selalu berusaha mengenal dan mengerti orang lain.

jadi. ..tahu apa kamu soal hatiku?

SELAYU MENTARI

Setiap detik mengisyaratkanku untuk berhenti penasaran, setiap nafas yang terurai menyuarakanku untuk menyerah. Namun aku bukan tetap disini tak bergeming, aku justru melangkah jauh lebih cepat, jauh lebih cepat.

Selayu-layunya Mentari tak akan melambatkan detak jantungku, Selayu-layunya mentari tetap akan ada cahaya lain mengisi hariku. Aku berani memastikan kau tetap termenung disitu, sebuah arti bahwa ku kan semakin dekat dengan cahyamu

Semakin hari aku semakin mengenal dirimu, ataukah aku pura-pura mengenal dirimu? Suara merdu yang terdengar di gendang telingaku tak mengisyaratkan apa-apa bagi batinku, pesan kecil yang terpatri seakan tak berarti apa-apa bagiku. Adakah dirimu memperhatikan aku? Atau diriku yang terlalu mengharapkanmu.

Engkau boleh cuek, engkau boleh terdiam tanpa kata. Namun disini aku berusaha mengikis hati tuk buktikan apakah engkau memang layak untuk berada di samping jiwaku, ataukah sebenarnya aku yang seharusnya dipertanyakan kelayakannya berada di mahligai hatimu?

Kau, satu dari seribu wanita yang ada dihidupku, sebuah rasa yang berbeda saat kau melintas di jantung harapan, sedikit mengiba rasa di palung jiwa ini untuk bisa lebih dekat denganmu.

Aku tahu, dan betul-betul tahu, bahwa wanita lebih ingin dimengerti,sedangkan lelaki lebih ingin diperhatikan. Di saat aku berusaha mengerti dirimu aku malah belum mendapatkan apa yang aku inginkan darimu. Padahal telah ku abaikan semua perhatian dari yang lain untuk menunggu sinyal dari lubuk hatimu.

Di dalam lari ku ukirkan nama indahmu di dalam hatiku, dalam tidur kurangkaikan wajahmu tuk hadir dalam setiap mimpiku. Kini ku tak lagi menulis dengan tinta air mata di atas prasasti tubuhku.sekarang Kan kutuliskan semua perasaanku dalam kertas hatiku Sebuah surat yang kutuliskan dengan pena jantungku, sebuah surat yang kutulis dengan tinta darahku.

Aku tak berharap banyak kau akan membalas surat hatiku nantinya, meskipun sudut hati yang lain mengatakan INGIN. walaupun semuanya seakan terbuang. Namun aku kan berusaha untuk ikhlas, karena yang kuharap cuma satu. Kau bisa mengerti isi hatiku. TIDAK, yang kuharap cuma ini: Kau bisa tahu bahwa aku memperhatikanmu dari Kejauhan

TIPE-TIPE ASAI DALAM MENULIS

Dalam menulis artikel atau postingan blog terkadang Asai memunculkan kepribadian yang berbeda-beda, beberapa teman saya yang lain pun membenarkan hal itu, pantas saja blognya terkadang tidak punya satu tema khusus (dasar tuh anak). Ini ada beberapa tipe yang muncul seiring karir perjalanan tulis-menulis Asai:

1. Biasa saja:
menulisnya seperti air mengalir walaupun keruh, seperti jalan yang tak berujung


2. Pengamat yang baik:
berkomentar panjang, idealis dan berpikir jauh kedepan (kadang kelewat jauh, yang ga penting juga diamati)

3. Romantis:
maksudnya memiliki jiwa dan hati yang lembut dalam menghadapi lawan jenis menganggapnya sebagai sosok yang patut dilindungi namun selalu berusaha menyadarkan mereka bahwa “walaupun perempuan kodratnya untuk dilindungi, tapi sebenarnya mereka harusnya mampu melindungi diri sendiri, setidaknya untuk hal sederhana.”(romantis kan? Gubrak)

4. Melankolis sempurna:
berpikir matang sematang-matangnya dalam membuat konsep, mengatur dan merencanakan segala sesuatunya sampai hal sekecil-kecilnya (kecuali atom dan bakteri, ngapain juga) serta beranggapan untuk bisa memastikan segala sesuatunya bekerja sesuai rencana, maka kerjakanlah sendiri.

5. Penguasa langit dan bumi:
tipe ini muncul saat dirinya merasa agak atau hampir kecewa terhadap
suatu sikap yang diperlihatkan seseorang atau kebijakan yang seharusnya tidak perlu dibijaki. Dan menurut Asai semua itu seharusnya tidak perlu ada jika berorientasi pada kedamaian dunia namun cukup membantu mendewasakan orang lewat suatu konflik (kalau begini sudah kelihatan dewasa belum ya?). Dalam tipe ini Asai sering menyindir komponen itu melalui tulisan-tulisan yang straigth to the topic namun tutur katanya dikemas dalam bahas yang superficial dan sangat umum, sehingga diharapkan komponen tersebut bisa sadar ketika membacanya namun orang lain tetap tidak tahu sapa yang disindir. (ada yang merasa tersindir atau mengena di hati anda saat membaca tipe ini?)


6. Konsultan:
menjadi berkepala dingin saat diposisikan sebagai pendengar curhat orang lain, Karena menurut Asai, “ sebenarnya setiap orang yang menceritakan masalahnya kepada orang lain sebenarnya berpotensi untuk mendapatkan solusi untuk masalahnya sendiri dan bahkan beberapa diantara mereka sudah tahu solusi tersebut, namun mereka Cuma perlu sedikit didengarkan dan terkadang diberikan sedikit hembusan motivasi untuk sadar bahwa ternyata solusi itu ada didepan mata mereka” (assai, agustus 2007)


7. Puitis:
sejak mengenal Andis ichsan mahmud dan Neysa. Mereka mempengaruhi Asai secara tidak langsung untuk menjadi puitis dan menuliskan beberapa puisi setiap jamnya (mana mungkin tiap jam, ah bohong)


8. Ayah yang baik hati:
sebagian kecil orang yang lebih muda darinya memanggil Asai dengan sebutan ayah (sebagian besar manggil OM), sampai sekarang penelitian tentang mengapa hal itu bisa terjadi belum dapat dipastikan karena peneliti kekurangan sampel. Tapi ketika Asai berada dalam tipe ini, tulisannya biasa hanya 2 paragraf dan langsung menuju sasaran serta dikemas dalam bahasa nasihat.


9. Adik yang jahil:
ini adalah hal yang paling menyenangkan baginya, tipe ini terekspresikan saat dia pura-pura tidak tahu dalam mengutarakan maksudnya di tulisannya. Dalam kehidupan nyata di depan saudara perempuannya kadang ia menjadi pura-pura “kurang pintar “ dalam memaknai suatu hal, sampai-sampai kakak perempuannya menganggap bahwa memang Asai mengalami tekanan mental akibat didikan yang keras dari saudara laki-lakinya yang lain. Hal paling mengejutkan (harusnya sih tidak perlu terkejut) bagi Asai adalah saat Asai yang terbangun dari tidur dan kebetulan saudara perempuannya membicarakannya di ruang tengah, kemudian salah satunya berkata, “ jangan-jangan adik kita betul-betul bodoh” dan di-iya-kan oleh saudaranya yang satu. Huaaaaa.....stres


10. Adik yang membanggakan:
MANA MUNGKIN ! Ga ada tipe yang seperti ini


11. Anak yang berbakti:
Cuma muncul dalam 1 tulisan saat membuat tulisan mengenai ibunya dalam judul wanita yang selalu menunggu. Dan sepertinya itu akan jadi yang pertama dan dan terakhir (owh)


12. Suami yang pengertian:
di blog assailetter akan dituliskan surat-surat sebagai bentuk ekspresi dari bagaimana kehidupan keluarga yang diinginkannya di masa depan, mulai dari tinggal dimana, rumahnya bagaimana, nikah umur berapa, punya anak berapa, punya istri berapa (maaf, keceplosan), , bagaimana bersikap saat anak rewel, bagaimana cara mendidik anak yang ideal, bagaimana mengisi waktu kosong (kayaknya susah karena tuntutan profesi).
pelayanan apa yang di harapkan dari keluarga, bagaimana bersikap saat istri ngambek, karena sesungguhnya pria lebih ingin diperhatikan sedangkan wanita lebih ingin dimengerti. (kayaknya yang ini terlalu berlebihan deh)


13. Pemuda Indonesia:
selalu berusaha menyikapi setiap problem bangsa sebagai tantangan besar dan sangat tidak suka dengan orang yang selalu menyatakan hal negatif terhadap bangsa seperti , ”biasa, indonesia kan jam karet” padahal menurut Asai hal itu akan memperburuk citra indonesia saja. Kenapa sedikit sekali pemuda yang menyadari prestasi bangsa kita? tahu tidak kalau baru-baru kita Juara umum 3 SEA GAMES, Juara umum Asian Beach Games, remaja-remaja kita sering mendapat absolut winner dan berprestasi di olimpiade sains internasional?


14. Novelis:
cita-cita yang belum kesampaian. Sampai sekarang kerangka pikir tentang 4 buku berserinya sudah tidak tahu dimana rimbanya


15. Aktivis:
waduh, out of record. Ga banget kayaknya


16. Dan seterusnya dan sebagainya dan lain lain


Oke, penjelasan saya cukup sampai sekian, ada yang ingin ditanyakan ?

JUDUL POST 1

ISI POT 1